Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) DKI Jakarta tahun 2013-2014 berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini ada empat cara untuk menjadi siswa sekolah negeri, baik itu SD, SMP, SMA, SMK dan yang sederajat di Jakarta.
Ini adalah passing grade atau data nilai UN tertinggi, terendah, dan rata-rata yang masuk ke SMAN di Jakarta pada PPDB jalur umum yang berlangsung 24-26 Juni 2013. Data ini diumumkan pada
26 Jun 2013 16:00 WIB.
Karena keterbatasan waktu, sehingga data ini belum sempat diedit dengan baik. Cara membacanya, di bawah nama sekolah adalah daftar nilai dengan urutan nilai tertendah, tertinggi, dan ra-rata. Misalkan SMAN I, nilai terendah 8,588, tertinggi 9,363, dan rata-rata 8,749. Data ini diambil dari web resmi PPDB Dinas Pendidikan DKI Jakarta, http://jakarta.siap-ppdb.com/#!/030001/statistik.
Kamis, 04 Juli 2013
Ini Passing Grade SMAN Jakarta 2013-2014 Jalur Lokal
Berikut adalah hasil seleksi masuk SMAN Negeri di Jakarta melalui jalur lokal yang dilaksanakan pada 1-3 Juli 2013. Status ini diumumkan pada
: 3 Jul 2013 pukul 16:00 WIB.
Data ini diambil dari situs resmi penerimaan peserta didik baru Dinas Pendidikan DKI Jakarta di alamat http://jakarta.siap-ppdb.com/#!/030002/statistik
Nama sekolah di atas. Di bawahnya ada daftar nilai terendah, tertinggi, dan rata-rata. Contoh SMAN I nilai terendah 7,075 tertinggi 9,150 dan rata-rata 7,808.
Senin, 21 Januari 2013
Menunggu Perintah Gubernur (4)
![]() |
| TNI menyiapkan tanggul Kanal Banjir Barat (KBB) yang jebol karena besarnya volume air |
PEMPROV DKI Jakarta mempunyai petugas yang ditempatkan di 7 stasiun
pengamatan di Jabodetabek. Mereka mengamati tinggi muka air (TMA) di
atas sungai yang akan bermuara ke Jakarta. Semakin tinggi TMA-nya, kian
tinggi pula status siaganya.
Di Jakarta ada 13 sungai. Ke-13 sungai atau kali itu adalah Kali
Mookevart, Angke, Pesanggrahan, Grogol, Krukut, Baru Barat, Ciliwung,
Baru Timur, Cipinang, Sunter, Buaran, Jatikramat, dan Kali Cakung.
Lokasi pengamatan tinggi muka air (peil schall) di bawah kontrol
Pemprov DKI Jakarta ada tujuh. Lokasi-lokasi tersebut dan berapa lama
air sampai di Jakarta dapat dijelaskan di bawah ini
| Stasiun Pengamatan | Lokasi | Keterangan |
| Angke Hulu | Ciledug | 4 jam sampai PA Cengkareng Drain |
| Pesanggrahan | Sawangan | 4,5 jam sampai PA Cenkareng Drain |
| Krukut Hulu | Ciganjur | 3 jam sampai PA Karet |
| Ciliwung | Depok | 6 jam sampai PA Manggarai |
| Ciliwung | Katulampa | 3 jam sampai PA Depok |
| Cipinang Hulu | Cimanggis | 4,5 jam di PA Pulogadung |
| Sunter Hulu | Pondok Rangon | 4,5 jam di PA Pulogadung |
Pertanyaannya kapan status siaga IV, III, II, dan I terjadi?
Siaga IV Dulu Baru Siaga I (3)
PADA tulisan sebelumnya telah dijelaskan pengertian siaga yang artinya suatu sikap atau tingkat kemampuan untuk menghalangi dan atau mengelola suatu bahaya dalam rangka mengurangi dampaknya yang mungkin terjadi dan menimpa mereka.
![]() |
| Sepeda motor masuk ke Jalan Tol JORR W2 karena jalan alteri terendam banjir. Foto: Suprapto |
Ketika air membesar dan tidak bisa dikendalikan lagi, yang bisa dilakukan adalah meminimalisasi agar mereka yang bakal terkena dampaknya bisa segera melakukan berbagai upaya. Warga di bantaran Kali Ciliwung, seperti Bukitduri atau Kampungmelayu, paham betul kondisi ini. Maklum, hampir tiap tahun mereka kebanjiran luapan Ciliwung.
Label:
arti siaga I,
banjir,
banjir jakarta,
dan IV,
II,
III,
katulampa,
piel,
pintu air,
tinggi muka air,
TMA
Ribut Banjir atau Genangan (2)
![]() |
| Kendaraan berbalik arah ketika melintas di Jalan Ring Road Cengkareng, \ Jakbar, Kamis (17/1/2013). Foto: Suprapto |
BEBERAPA waktu lalu, Fauzi Bowo ketika masih menjabat Gubernur DKI
Jakarta, membuat pernyataan yang kemudian menjadi bahan olok-olokan di media. Penyebabnya karena dia
mengatakan, yang terjadi di beberapa lokasi di Jakarta bukan banjir,
melainkan genangan air. Apa pasal?
Tanpa bermaksud membela, dalam pandangan orang ‘air’ memang ada
beda pengertian antara banjir dan genangan. Dalam Pedoman Penyusunan
Sistem Peringatan Dini dan Evakuasi untuk Banjir Bandang yang
dikeluarkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum disebutkan, banjir adalah
peristiwa meluapnya air sungai melebihi palung sungai.
Buku Dinas PU DKI menjelaskan, banjir adalah keadaan aliran air dan
atau elevasi muka air dalam sungai atau kali atau kanal yang lebih
besar atau lebih tinggi dari normal.
Genangan yang timbul di daerah rendah sebagai akibat yang ditimbulkannya juga termasuk dalam pengertian ini.
Genangan yang timbul di daerah rendah sebagai akibat yang ditimbulkannya juga termasuk dalam pengertian ini.
Minggu, 20 Januari 2013
Jakarta Dikepung 13 Sungai (1)
![]() |
| Jalan Ring Road Cengkareng, Jakbar, terputus karena banjir, Kamis (17/1). Foto: Suprapto |
AKHIR-akhir ini, kita sering mendengar kata-kata siaga. Kata ini
makin sering terdengar mana kala dikaitkan dengan tinggi muka air (TMA).
Berita teranyar menyebutkan, Sungai Ciliwung dalam keadaan siaga I
karena TMA di Bendung Katulampa 210 sentimeter.
Pertanyaan muncul, apa sih arti siaga? Apa pula maksud siaga I. Ada
juga siaga IV, siaga III, siaga II? Apa dan bagaimana pula
konsekuensinya bagi warga dan aparat terkait? Mengapa istilah-istilah
itu ada? Siapa yang bertanggung jawab? Dan, berbagai pertanyaan lainnya
lagi.
7 Penyakit Paling Banyak Serang Korban Banjir
INTENSITAS hujan yang masih tinggi menyebabkan
banjir menggenangi beberapa daerah di Indonesia, termasuk Jakarta.
Menghadapi kondisi ini, masyarakat diimbau untuk mewaspadai tujuh penyakit
menular. Inilah ketujuh penyakit itu seperti disebutkan dalam siaran pers Kementerian Kesehatan RI.
Diare
Diare sangat erat kaitanya dengan
kebersihan individu (personal hygiene). Pada musim hujan dengan curah hujan
yang tinggi maka potensi banjir meningkat. Pada saat banjir, maka sumber-sumber
air minum masyarakat, khususnya sumber air minum dari sumur dangkal akan banyak
ikut tercemar.
Di samping itu pada saat banjir biasanya akan terjadi
pengungsian dimana fasilitas dan sarana serba terbatas termasuk ketersediaan
air bersih. Itu semua menjadi potensial menimbulkan penyakit diare disertai
penularan yang cepat.
Langkah antisipasi diingatkan kepada masyarakat
untuk tetap waspada dan untuk menghindari terserang penyakit diare disarankan
hal-hal berikut, yaitu: Cuci tangan dengan sabun setiap akan
makan/minum serta sehabis buang hajat; Merebus air minum hingga
mendidih setiap hari; Menjaga kebersihan lingkungan, hindari tumpukan sampah disekitar tempat tinggal; dan Segera ke petugas kesehatan terdekat bila ada gejala-gejala diare
Demam Berdarah
Ketika musim hujan biasanya terjadi
peningkatan tempat perindukan nyamuk Aedes aegypti yaitu nyamuk penular
penyakit demam berdarah. Hal ini karena banyak
kaleng bekas, ban bekas, serta tempat-tempat tertentu terisi air
dan terjadi genangan untuk beberapa waktu. Genangan itulah akhirnya menjadi
tempat berkembangbiaknya nyamuk tersebut.
Dengan meningkatnya populasi nyamuk
sebagai penular penyakit, maka risiko terjadinya penularan juga semakin
meningkat. Untuk itu diharapkan masyarakat ikut berpartisipasi secara aktif
melalui gerakan 3 M yaitu mengubur
kaleng-kaleng bekas, menguras tempat penampungan air secara teratur, dan menutup
tempat penyimpanan air dengan rapat.
Segera bawa
keluarganya ke sarana kesehatan bila ada yang sakit dengan gejala panas tinggi
yang tidak jelas sebabnya yang disertai adanya tanda-tanda perdarahan.
Leptospirosis
Leptospirosis disebabkan oleh bakteri
yang disebut leptospira. Penyakit ini termasuk salah satu penyakit zoonosis,
karena ditularkan melalui hewan/binatang. Di Indonesia hewan penular utama
adalah tikus melalui kotoran dan air kencingnya.
Pada musim hujan terutama saat
terjadi banjir, maka tikus-tikus yang tinggal di liang-liang tanah akan ikut
keluar menyelamatkan diri. Tikus tersebut akan berkeliaran di sekitar manusia
dimana kotoran dan air kencingnya akan bercampur dengan air banjir tersebut.
Seseorang yang ada luka, kemudian terendam air banjir yang sudah tercampur
dengan kotoran/kencing tikus yang mengandung bakteri lepstopira, maka orang
tersebut potensi dapat terinfeksi dan akan jatuh menjadi sakit.
Guna menghindari timbulnya penyakit leptospirosis
masyarakat agar melakukan langkah-langkah antisipasi yaitu Menekan dan hindari
adanya tikus yang berkeliaran disekitar kita, dengan selalu menjaga kebersihan;
Hindari bermain air saat terjadi banjir, terutama bila ada luka; Gunakan
pelindung misalnya sepatu, bila terpaksa harus ke daerah banjir; dan Segera
berobat ke sarana kesehatan bila sakit dengan gejala panas tiba-tiba, sakit
kepala dan menggigil.
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
Penyebab ISPA dapat berupa bakteri, virus dan
berbagai mikroba lainnya. Gejala utama dapat berupa batuk dan demam, kalau
berat dapat / mungkin disertai sesak napas, nyeri dada dll.
Penanganan penyakit ini dapat dilakukan dengan
istirahat; pengobatan simtomatis sesuai gejala; mungkin diperlukan pengabatan
kausal untuk mengatasi penyebab; meningkatkan daya tahan tubuh; mencegah
penularan pada orang sekitar antara lain dengan menutup mulut ketika batuk,
tidak meludah sembarangan dll.
Faktor berkumpulnya banyak orang misalnya di
tempat pengungsian korban banjir, juga berperan dalam penularan ISPA
Penyakit kulit
Penyakit ini dapat berupa infeksi, alergi atau
bentuk lain. Pada musim banjir maka masalah utamanya adalah kebersihan yang
tidak terjaga baik. Seperti juga pada ISPA, maka faktor berkumpulnya banyak
orang misalnya di tempat pengungsian korban banjir, berperan dalam penularan
infeksi kulit
Penyakit saluran cerna lain
Demam tifoid, merupakan salah satu penyakit
saluran cerna. Dalam hal ini juga faktor kebersihan makanan memegang peranan
penting.
Perburukan penyakit kronik yang mungkin sudah
diderita
Hal ini terjadi karena penurunan daya tahan tubuh
akibat musim hujan berkepanjangan, dan apalagi bila banjir berhari-hari.
Agar terhindar dari penyakit-penyakit di atas,
masyarakat diingatkan untuk senantiasa menjaga Perilaku Hidup Bersih Sehat
(PHBS) antara lain dengan makan/minum yang baik dan bersih (selalu makanan yang
sudah dimasak); tidak jajan sembarangan; istirahat yang cukup; tetap upayakan
kebersihan diri dan lingkungan; jangan buang sampah sembarangan; senantiasa
melakukan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Sebelum makan; Sebelum mengolah
makanan; Setelah BAB; Setelah menceboki anak; Setelah memegang lingkungan yang
kotor dan hewan.
Langganan:
Postingan (Atom)







